Coban Putri, Dulu dan Kini

sampul

Siang itu, matahari begitu terik. Membuat siapa saja enggan untuk beraktifitas diluar ruang. Saya pun demikian, enggan keluar kontrakan. Padahal jam masuk mata kuliah berikutnya tak kurang dari sepuluh menit lagi, sedangkan saya masih main gitar sambil telanjang dada. Teman satu kontrakan saya sudah siap untuk berangkat. Saya berencana tidak masuk dan ingin menikimati tidur siang.

Continue reading

7665 Hari

Gadis belia berbibir tipis, berparas manis sedang menenteng koran. Ia berlari, tampak tergesa diantara kerumunan pribumi. Sambil meneriakkan sebuah nama, Tuan Tjokro. Bukan hanya sekali, tapi berkali kali. Tuan Tjokro.. Tuan Tjokro.. Tuan Tjokro.  Begitu teriaknya agar Tjokroaminoto  menghentikan atau setidaknya memperlambat langkah. Tjokroaminoto  menoleh, gadis itu berhasil menyelinap diantara kerumunan.

Continue reading

Hitam ‘Sinam’ Payangan

20170225_163839

Selepas dari Desa Lojejer, bergegas untuk melanjutkan perjalanan. Melewati rumah rumah warga, tanah gersang tak peduli musim penghujan, perbukitan juga ladang. Sekalipun matahari semakin mendekati ufuk barat, panasnya tak pelit dibagi. Warna langit memang mulai berubah, tapi panas tetap menyengat. Saya menahan diri untuk tidak sambat ataupun nyelatu keadaan.

Continue reading