Kabut: Dibenci dan Dinikmati

_MG_9241

Pagi masih berusia balita, saya berangkat menuju kota tersayang. Malang. Kota yang (dulu) sejuk dan rindang. Langit berwarna putih pucat, jalan antarkota relatif lengang, tanah senantiasa basah. Oleh karena hujan semalam turun dengan durasi yang tak sebentar. Kabut turun mendahului terbitnya penguasa hari. Membuat jarak pandang hanya beberapa puluh meter, membuat saya harus berkali-kali memicingkan mata.

Continue reading

Advertisements

Monumen Yang Tak Bersejarah

20170531_125815

Setibanya dilokasi, saya tak begitu takjub saat melihat monumen kubus berukuran raksasa teronggok begitu saja di persimpangan jalan. Harus takjub darimana? Sekilas bangunan ini hanya menjiplak monumen terkenal di Paris, Arc de Triomphe. Ya, monumen yang saya maksud ialah Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Yang lebih dikenal dengan Monumen SLG atau Nggumul.

Continue reading

Tiga Pesona Bojonegoro

DSC_0019

Apa yang terlintas saat mendengar nama Bojonegoro, ialah pelosok. Ya. Pelosok. Jujur, itu yang pertama kali terlintas di benak saya. Mungkin bukan hanya saya yang berpikir demikian, sebagian orang berpikiran sama. Bojonegoro wilayah yang terletak di barat laut Jawa Timur, sekaligus berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Setelah pelosok, saya juga mengira bahwa di Bojonegoro tidak ada tempat wisata yang menarik.

Continue reading

Senja Waduk Prijetan

DSC_0361

Matahari yang sedari tadi tinggi, perlahan menepi. Pelan meniti, ufuk barat sabar menanti. Saya pergi di dekat tanaman jagung yang mengering tepat disisi kiri perahu nelayan. Duduk sendiri diantara tenang air Waduk Prijetan. Dari kejauhan beberapa warga mulai mengayuh onthel-nya menuju ke rumah, ada pula yang menepikan perahu pertanda bahwa pekerjaan hari ini segera diakhiri.

Continue reading

Coban Putri, Dulu dan Kini

sampul

Siang itu, matahari begitu terik. Membuat siapa saja enggan untuk beraktifitas diluar ruang. Saya pun demikian, enggan keluar kontrakan. Padahal jam masuk mata kuliah berikutnya tak kurang dari sepuluh menit lagi, sedangkan saya masih main gitar sambil telanjang dada. Teman satu kontrakan saya sudah siap untuk berangkat. Saya berencana tidak masuk dan ingin menikimati tidur siang.

Continue reading