SabilAdam13

Bagaimana dengan kehidupan masa depan?

Kepala saya pengar dengan pertanyaan demikian. Pertanyaan itu datang dari diri sendiri. Sering muncul begitu saja. Dimanapun & kapanpun. Datang tak kenal waktu. Tak terkecuali hari ini. Tentu saya tak dapat mengelak. Hari esok memang mistis. Setidaknya itu yang pernah dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer. Sampai kapan terus begini? Sedang diluar sana, orang seumuran saya sudah melakukan sesuatu yang luar biasa.

Continue reading

Advertisements

Tuban Toleran

sbooms

Sudah sejak lama sebenarnya saya ingin menulis mengenai destinasi wisata Tuban. Tapi entah mengapa setiap saya membuka halaman baru atau hendak melanjutkan tulisan terdahulu, pikiran tiba tiba buntu. Celakalah, saat dibutuhkan untuk menuangkan pikiran menjadi sebuah tulisan selalu saja begitu. Atau saya ini kurang banyak memperhatikan sekitar atau mencari sudut pandang pada suatu tempat atau destinasi.

Continue reading

Kota Megapolutan, Katanya..

20170829_121537

Jujur, saya merindukan pagi di kampung halaman. Santai, damai, tenang tanpa gangguan bising dan bau asap kendaraan. Maklum rumah saya jauh dari jalan raya utama. Lebih dekat sungai dan pring-pringan. Saya lebih suka menyebutnya dengan kata barongan. Bambu yang berjumlah banyak dan lebat. Barangkali sebentar lagi barongan tersebut hanya tinggal cerita, berganti dengan perumahan. Dengan uang muka sekian-sekian. Selain itu, juga dekat dengan lapangan yang lumayan luas, dan (lagi-lagi) sudah mulai berdiri bangunan rumah bertipe tiga puluh enam.

Continue reading

Monumen Yang Tak Bersejarah

20170531_125815

Setibanya dilokasi, saya tak begitu takjub saat melihat monumen kubus berukuran raksasa teronggok begitu saja di persimpangan jalan. Harus takjub darimana? Sekilas bangunan ini hanya menjiplak monumen terkenal di Paris, Arc de Triomphe. Ya, monumen yang saya maksud ialah Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Yang lebih dikenal dengan Monumen SLG atau Nggumul.

Continue reading