Menggadaikan ‘Cinta’ Pada Persela

Hari begitu cerah untuk sebuah pertandingan yang sebentar lagi dihelat. Ribuan orang dengan atribut biru muda datang dari segala penjuru. Sambil meneriakkan nyanyian. Nyanyian untuk kebanggaan. Disisi lain, beberapa orang beratribut hitam, mengenakkan scarf dileher, memakai topi stone island, dan menenteng giantflag berjalan beriringan. Dan kalau tidak salah beberapa dari mereka mengenakkan jaket dengan brand Ellesse atau Sergio Tacchini.

Continue reading

Advertisements

Empat Kawan dari Jodipan

IMG20170210141737

Jodipan semakin tenar. Di koran, di sosial media hingga layar kaca. Sudah jelas penyebabnya, ialah ide kelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi perguruan tinggi swasta yang sedang melakukan tugas di lapangan.  Tidak sekedar  mengerjakan tugas dengan harapan mendapat nilai A, tapi kemudian mereka juga melakukan inovasi yang boleh dibilang cemerlang. Sosialisasi pada warga hingga mencarikan dana. Hasilnya? Bisa dilihat sekarang.

Continue reading

Kabut: Dibenci dan Dinikmati

_MG_9241

Pagi masih berusia balita, saya berangkat menuju kota tersayang. Malang. Kota yang (dulu) sejuk dan rindang. Langit berwarna putih pucat, jalan antarkota relatif lengang, tanah senantiasa basah. Oleh karena hujan semalam turun dengan durasi yang tak sebentar. Kabut turun mendahului terbitnya penguasa hari. Membuat jarak pandang hanya beberapa puluh meter, membuat saya harus berkali-kali memicingkan mata.

Continue reading

Monumen Yang Tak Bersejarah

20170531_125815

Setibanya dilokasi, saya tak begitu takjub saat melihat monumen kubus berukuran raksasa teronggok begitu saja di persimpangan jalan. Harus takjub darimana? Sekilas bangunan ini hanya menjiplak monumen terkenal di Paris, Arc de Triomphe. Ya, monumen yang saya maksud ialah Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Yang lebih dikenal dengan Monumen SLG atau Nggumul.

Continue reading

Senja Waduk Prijetan

DSC_0361

Matahari yang sedari tadi tinggi, perlahan menepi. Pelan meniti, ufuk barat sabar menanti. Saya pergi di dekat tanaman jagung yang mengering tepat disisi kiri perahu nelayan. Duduk sendiri diantara tenang air Waduk Prijetan. Dari kejauhan beberapa warga mulai mengayuh onthel-nya menuju ke rumah, ada pula yang menepikan perahu pertanda bahwa pekerjaan hari ini segera diakhiri.

Continue reading