Monumen Yang Tak Bersejarah

20170531_125815

Setibanya dilokasi, saya tak begitu takjub saat melihat monumen kubus berukuran raksasa teronggok begitu saja di persimpangan jalan. Harus takjub darimana? Sekilas bangunan ini hanya menjiplak monumen terkenal di Paris, Arc de Triomphe. Ya, monumen yang saya maksud ialah Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Yang lebih dikenal dengan Monumen SLG atau Nggumul.

Sudah pernah mendengar nama monumen tersebut, kan?

Sepengetahuan saya, namanya monumen adalah bangunan yang dibuat untuk mengenang dan memperingati peristiwa sejarah penting yang pernah terjadi di wilayah itu. Sekaligus mencerminkan budaya akar rumput wilayah tersebut. Satu lagi, monumen berfungsi menambah estetika lanskap sebuah kota.

Nah, bagaimana dengan Monumen Simpang Lima Gumul ini?  Mari kita lebih jauh berkenalan dengan Nggumul, monumen yang –dipaksakan– menjadi ikon Kediri itu.

Kalau Monumen Arc de Triomphe dibangun untuk mengenang dan menghormati jasa pejuang yang mati saat Perang Napoleon serta Revolusi Prancis. Sedangkan Monumen Nggumul? Dibangun tanpa ada kejelasan menghormati dan mengenang siapa.

20170531_124104

Awal dibangun sekitar tahun 2003-2004. Kabarnya monumen ini dibangun karena terinspirasi dari Sri Maharaja Joyoboyo. Raja Kediri yang mahsyur namanya dan terkenal dengan kitab berjudul Jongko Joyoboyo. Kitab yang hingga kini dipercaya sebagai sebuah ramalan-ramalan akan masa depan Indonesia.

Pada masanya, Joyoboyo bercita-cita menyatukan lima wilayah di Kediri. Meliputi Wates, Gurah, Pagu, Pare dan Kota Kediri. Hal inilah yang menjadi alasan untuk membangun sebuah Monumen Simpang Lima Gumul. Yang justru tak menunjukan budaya dan sejarah Kerajaan Kediri di masa lalu.

Secara tampilan fisik, Nggumul memiliki tinggi sekitar ±25 meter. Terdiri dari enam lantai, ditumpu tiga tangga dengan tinggi tiga meter. Angka angka tersebut, merupakan cerminan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, 25 Maret 804 masehi. Di sudut monumen terdapat Arca Ganesha, wujud Dewa Penolak Bala. Pada dinding monumen terpahat relief  ‘yang katanya’ diambil dari nilai kebudayaan Kediri. Lho?

20170531_122414

Di bagian dalam monumen, warna dinding banyak memudar serta mulai retak-retak. Sudut atas monumen, sekelompok burung dengan santainya membangun sarang. Dan.. kotoran yang dihasilkan jatuh begitu saja mengotori sekitar. Sarang tawon juga banyak terlihat disudut-sudut. Lift dikunci gembok rapat-rapat. Seolah tak seorang pun boleh masuk. Pusat informasi sepi. Rak buku terserak dipojok.

Di tiga titik terdapat bangunan yang merupakan akses untuk menuju lorong/basement monumen. Siang itu, dua pintu diantaranya dikunci. Satu pintu terbuka. Lewat pintu tersebut saya masuk ke lorong basement monumen.

20170531_125326

20170531_122651

Disepanjang lorong terdapat foto destinasi wisata Kediri serta perubahan bentuk Gunung Kelud dari waktu waktu. Tak jauh dari lorong, ruang kosong penuh debu tampak lesu. Hidup segan mati tak mau. Monumen minim perawatan dan terkesan asal-asalan dalam pemeliharaan.

Tujuan dibangun monumen ini kabarnya sebagai tonggak awal pusat bisnis dan menarik investor yang hendak menanamkan modal. Agar ekonomi masyarakat semakin meningkat. Sampai saat ini, Nggumul masih sepi investor tapi ramai muda-mudi pacaran. Imbang bukan? Hehehe.

Lalu, untuk membangun monumen ini dihabiskan dana tak kurang dari 300 milyar! Nolnya berjumlah sembilan! Sayangnya tiga ratus milyar dihabiskan untuk monumen yang arsitekturnya hanya menjiplak secara keseluruhan Arc de Triomphe?

Ekonomi masyarakat pun juga tak berkembang pesat dan tampaknya masih belum tercapai. Jauh dari target. Tidak sebanding.

20170531_122511

Andai raja-raja Kediri masih hidup hingga hari ini. Pasti sangat marah sekaligus malu dengan berdirinya Monumen Nggumul ini. Sebab generasi penerusnya tak bangga dengan sejarah dan budaya negeri sendiri. Kerajaan Kediri khususnya.

Padahal negeri ini kaya raya. Kaya sejarah dan budaya. Kaya pejabat, yang miskin hatinya. Sebagaimana yang pernah dikatakan Bung Karno pada pidatonya tahun 1966 yang berbunyi,

Peganglah teguh sejarahmu itu, Never leave your own history! Peganglah yang telah kita miliki sekarang adalah akumulasi daripada hasil semua perjuangan kita dimasa lampau!

Akhirnya, harus diakui bahwa Nggumul bukan monumen yang erat kaitannya dengan sejarah Indonesia atau Kabupaten Kediri khususnya. Sungguh, monumen yang bahkan tak bisa dibanggakan.

 

20170531_122232

Referensi :

Pemkab Kediri | Lensa Indonesia | Wikipedia

 

Advertisements

2 thoughts on “Monumen Yang Tak Bersejarah

  1. Sayang ya bangun monumen tidak memanfaatkan sejarah dan budaya kearifan lokal Kediri dengan baik, malah meniru monumen di luar negeri.

    Like

TINGGALKAN KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s