Tiga Pesona Bojonegoro

DSC_0019

Apa yang terlintas saat mendengar nama Bojonegoro, ialah pelosok. Ya. Pelosok. Jujur, itu yang pertama kali terlintas di benak saya. Mungkin bukan hanya saya yang berpikir demikian, sebagian orang berpikiran sama. Bojonegoro wilayah yang terletak di barat laut Jawa Timur, sekaligus berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Setelah pelosok, saya juga mengira bahwa di Bojonegoro tidak ada tempat wisata yang menarik.

Anggapan saya ternyata keliru. Setelah saya datang dan berkunjung langsung ke Bojonegoro pada akhir Agustus tahun lalu. Berikut ini 3 tempat wisata yang dapat dikunjungi :

 

  • Gunung Pegat, Baureno.

DSC_0031

Saya mengawali perjalanan ke Bojonegoro dengan berkunjung ke Gunung Pegat. Dalam bahasa Jawa, Pegat artinya Pisah. Sebab Gunung ini dipisahkan oleh jalur lintas provinsi ditengahnya. Gunung Pegat berada di perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan. Tepatnya di Kecamatan Baureno. Sekitar 46 km ke arah barat dari pusat kota Bojonegoro.

Gunung Pegat ini sebenarnya merupakan area pertambangan. Aktifitas pertambangan yang mengakibatkan terbentuknya tebing di tiap sudutnya. Ada juga cekungan lebar dari pengerukan tambang yang saat musim hujan akan membentuk kolam kolam berwarna hijau.

Di Gunung Pegat tidak ada loket masuk ataupun tempat parkir kendaraan alias bisa masuk dan parkir gratis! Disekitar gunung pegat juga terdapat warung yang terletak di sebelah kanan jalan masuk Gunung Pegat.

Waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini adalah sore hari, menjelang tenggelamnya matahari. Duduk menikmati senja sambil minum teh atau kopi. Jangan lupa untuk mengabadikan momen matahari tenggelam atau sekedar berswa-foto.

 

  • Kedung Maor

IMG_20160831_125441_HDR

Selepas dari Gunung Pegat,  saya melanjutkan perjalanan menuju Kedung Maor. Terletak di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang. Di tempuh selama 2 jam perjalanan dari Kota Bojonegoro ke arah selatan (mengikuti arah ke Nganjuk). Kedung Maor juga masuk di wilayah hutan BKPH Temayang.

Lokasi Kedung Maor yang berada ditengah hutan yang gersang dan tandus serta berjarak 2 km dari pemukiman warga. Dulunya Kedung Maor jarang diketahui oleh wisatawan secara luas. Sekarang? Berangsur-angsur orang mengenal dan mulai dikunjungi.

Nama Kedung Maor sendiri terdiri dari dua kata yaitu, Kedung dan Maor. Kedung artinya sebuah kolam air yang besar. Sedangkan Maor merupakan sebutan yang diambil dari suara macan rembah atau kucing hutan. Dahulu suara kucing hutan sering terdengar di sekitar kedung.

Kedung Maor merupakan air terjun yang berasal dari aliran Kali Soko dan air limpahan dari Waduk Pacal. Aliran Kali Soko inilah yang telah membentuk guratan dan ukiran alami pada batuan cekungan Kedung Maor.

Pada cekungan yang dikelilingi tebing yang tak terlalu tinggi serta pepohonan, terdapat rembesan air dari akar yang menambah daya tarik tempat ini. Air Kedung Maor didominasi warna hijau dengan kedalaman sekitar 7 meter lebih.

Tapi menurut warga sekitar belum ada yang mengetahui secara pasti kedalaman Kedung Maor. Disarankan untuk tidak berenang ke tengah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

 

  • Air Terjun Krondonan.

IMG_20160831_125407_HDR

Beranjak dari Kedung Maor, menuju Air Terjun Krondonan yang terletak di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang. Bila ditempuh dari Kedung Maor hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit berkendara.

Bagi yang membawa kendaraan bermotor bisa diparkir di rumah warga terakhir. Tidak ada karcis atau tiket masuk lokasi wisata. Gratis! Hanya membayar biaya parkir saja. Lokasi Air Terjun Krondonan terletak di tengah area persawahan, diantara ladang gersang dan dibalik perbukitan. Mengharuskan kita berjalan kaki melewati ladang dan jalan setapak serta menyusuri aliran sungai.

Pada aliran sungai terdapat batu batu besar, ranting ranting liar yang bisa kita jadikan pegangan saat menyebrangi aliran sungai yang keruh. Dari rumah warga terakhir dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di lokasi air terjun.

Air terjun Krondonan memiliki tinggi sekitar 10 meter, yang dikelilingi pohon dan juga tebing. Sebenarnya terdapat dua aliran air terjun pada satu lokasi. Air terjun pertama terlihat dari bawah sedangkan air terjun kedua terletak di balik air terjun yang pertama.

Air terjun kedua debit airnya tidak begitu besar serta terdapat kolam kecil dibawahnya berwarna hijau bercampur batuan kapur. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Air Terjun Krondonan ialah saat pagi hari.

Disarankan juga untuk membawa bekal dari rumah, sebab di sekitar lokasi ini tidak ada warung. Serta demi kenyamanan saat berjalan kaki, usahakan menggunakan sandal trekking dan celana pendek.

Itulah 3 pesona Bojonegoro yang harus segera kamu kunjungi! Nah, jadi semakin tertarik untuk berwisata ke Bojonegoro bukan? Mari berkemas.

 

Advertisements

TINGGALKAN KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s