Tempat Tinggal Yang Menyenangkan

sabil2Bagi saya, Malang Selatan selalu menyenangkan. Jauh dari ingar-bingar perkotaan dan tentu “hari bebas kendaraan alias car free day” bisa tiap hari saya rasakan. Tidak perlu sampai menutup jalan raya utama untuk kegiatan macam car free day. Juga tidak harus  hari Minggu untuk melaksanakannya. Sebab apa? Ya, memang jalanan di sekitar tempat saya tingal itu ipes ilakes. Alias sepi sekali. Terutama, jika matahari sudah tergelincir di ufuk barat. Peteng dedet, sam! (Gelap gulita, mas!)

Continue reading

Advertisements

Merindukan Waduk Gondang

mancengsekjes

Sebagian orang bilang bahwa tempat tenang yaitu adalah tempat yang jauh dari keramaian. Memang benar seperti itu kenyataan. Ada pula yang berpendapat, tempat tenang bisa didapat di pegunungan. Sesekali kabut tipis menghias cakrawala dengan udara sejuk menelusup rongga pernapasan. Sebagian pula berpendapat bahwa ketenangan itu adalah pasir putih dan debur ombak lautan.

Continue reading

Kontemplasi Goa Suci

goa suci

Seolah terisolasi dari tegaknya bukit kapur dan riuhnya para pekerja tambang yang lalu lalang. Terdapat sebuah goa dengan panorama yang tidak biasa. Posisinya juga tak nampak dari kejauhan. Letaknya pun dibalik pohon jati yang kian meranggas. Siang itu dibawah terik mentari yang sama sekali enggan bersembunyi. Saya berkunjung ke Goa Suci hanya sekedar ingin berteduh mengistirahatkan diri.

Continue reading

SabilAdam13

Bagaimana dengan kehidupan masa depan?

Kepala saya pengar dengan pertanyaan demikian. Pertanyaan itu datang dari diri sendiri. Sering muncul begitu saja. Dimanapun & kapanpun. Datang tak kenal waktu. Tak terkecuali hari ini. Tentu saya tak dapat mengelak. Hari esok memang mistis. Setidaknya itu yang pernah dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer. Sampai kapan terus begini? Sedang diluar sana, orang seumuran saya sudah melakukan sesuatu yang luar biasa.

Continue reading

Lain Perjalanan

DSC_0096

Tidak biasanya, kamu lelap sebelum pukul 00.00. Apalagi ini Selasa malam, dimana kamu biasa terjaga hingga dinihari. Barangkali kamu lelah, setelah dua minggu terakhir kamu dengan usaha sekeras batu, berusaha menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya kamu tidak tahu mengapa harus mengerjakan hal serumit itu. Suaramu tampak lelah, sorot matamu begitu resah. Sebab minggu depan, apa yang telah kamu kerjakan harus dipertanggungjawabkan.

Continue reading